Tiga Poin Kritis Usai Kekalahan Timnas Indonesia dari Malaysia

by -1 views

Bola99 – Sebelum situasi yang kacau di pertengahan babak kedua, pertandingan ini sebenarnya berjalan sangat baik karena kedua negara telah memberikan yang terbaik untuk bermain pada pertandingan pertama di Grup G. Indonesia terlihat sangat kuat pada skema serangan balik di kedua sayap, sementara Malaysia memiliki skema taktis yang lebih baik pada setup set-piece mereka.

Indonesia memulai kampanye kualifikasi Piala Dunia 2022 dengan kekalahan mengecewakan melawan Malaysia. Namun, jelas, selain permainan yang buruk dari tuan rumah, reaksi yang memalukan dari kerumunan pendukung mencuri berita utama setelah kekalahan 3-2 tersebut. Berikut kami telah merangkum tiga catatan kritis untuk Timnas Indonesia pada laga tersebut.

Pergantian Pemain yang Prematur

Simon McMenemy membuat dua pergantian di babak kedua. Dia menarik Zulfiandi dan Saddil Ramdani, yang benar-benar bermain bagus di babak pertama, sebagai reaksi terhadap masuknya Sumareh, yang baru saja masuk di akhir babak pertama. Tetapi substitusi ini tidak memabwa efek yang diinginkan, dan banyak pundit yang mengatakan bahwa responnya terlalu prematur.

Transisi Posisi Pemain

Indonesia diberkati dengan banyak pemain serbaguna seperti duo Hansamu Yama dan Manahati Lestusen di bek tengah dan Stefano Lilipaly yang bermain tepat di belakang Beto Goncalves. Poin terbaik dalam laga kemarin dapat diberikan untuk Manahati dan Lilipaly yang memiliki peran baru yang tidak dimainkan di klub mereka selama paruh pertama Liga 1 berlangsung.

Manahati biasanya bermain sebagai gelandang bertahan, itu sebabnya pada pertandingan kemarin, ia tidak pernah berdiri segaris dengan Hansamu. Manahati kadang-kadang maju terlalu jauh ke lini tengah dan seolah berdampingan dengan Zulfiandi. Sementara Lilipaly yang tampaknya menikmati peran barunya di Bali United sebagai pemain sayap kiri, terlihat mulai tidak terlalu decisive dalam memainkan perna trequartista di belakang Beto.

Performa Andritany 

Tidak ada yang bisa mengatakan bahwa Andritany tidak pantas mendapatkan peran nomor satu dibawah gawang Indonesia setelah apa yang ia tampilkan bersama Persija musim lalu. Namun dengan segala hormat, performa acak-acakan sang kapten yang terlalu banyak bermain dengan kakinya merupakan hal konyol untuk dilakukan dalam pertandingan penting.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *