Ini Respon Pemain Liga 1 Terhadap Wacana “Penyesuaian” Gaji Selama Penundaan Kompetisi

by -14 views

Bola99 – Kebijakan kontroversi diambil PSSI dalam menyikapi wabah virus corona COVID-19. Mereka meminta kepada klub peserta Liga 1 dan 2 melakukan pemotongan gaji ke pemain dalam jumlah yang cukup besar.

Wabah virus corona yang menghantam Indonesia membuat kompetisi Liga 1 dan 2 berhenti sementara dan terancam batal. Dalam kondisi ini, PSSI menginstruksikan agar klub memberikan 25 persen dari nilai kontrak ke para pemainnya, andai kompetisi berhenti total.

Nyatanya, kebijakan ini belum disetujui para pemain, Asosiasi Pesepakbola Profesional Indonesia sudah lebih dulu bersuara. Mereka dengan tegas menolak kebijakan PSSI karena keputusan itu tak didasari atas diskusi dengan pemain.

Detik

Pun, ada pemain pula yang menyuarakan pendapatnya. Bek Bhayangkara FC, Ruben Sanadi, merasa akan ada pihak yang dirugikan atas kebijakan PSSI.

“Kalau saya, sebagai pemain, menerima saja. Tapi, kasihan teman-teman pemain yang memiliki gaji yang tidak tinggi. Kasihan, kalau mereka mendapatkan 25 persen. Karena, ada keluarga yang harus dihidupi. Mungkin kalau 50 persen itu lebih baik,” kata Ruben.

“Ya, memang ada teman pemain, yang curhat. Kasihan juga mereka. Kan ada pemain-pemain muda yang baru main di Liga 1 dan Liga 2, gaji mereka tak sama juga dengan label bintang atau Timnas,” lanjutnya.

Hal serupa diungkapkan gelandang Barito Putera, Bayu Pradana. Dia merasa kebijakan ini tak adil karena ada pemain yang bergaji rendah.

“Soal pemotongan gaji, saya setuju saja. Tapi, gaji pemain kan berbeda. Kasihan pemain yang gajinya rendah. Termasuk, mereka yang masih muda,” kata Bayu.

Indosport

Bek Bali United, Gunawan Dwi Cahyo kurang setuju dengan keputusan itu. Mantan penggawa Persija Jakarta itu sebenarnya tak mau mempersoalkan masalah pemotongan gaji. Sebab, dia menyadari bahwa klub tak mendapatkan pemasukan karena kompetisi berhenti.

“Pasti kondisi ini tidak latihan tidak ada kegiatan apapun, kalau nanti memang ada potongan itu wajar karena klub juga tidak ada pemasukan. Cuma, mungkin masih ada yang perlu dibicarakan lagi. Mungkin tidak 25 persen atau bisa naik lagi,” kata Gunawan.

“Iya, kalau memang dipotong itu wajar tidak masalah. Cuma kalau mulai dari Maret banyak pihak yang kurang setuju dengan PSSI. Karena kami pemain kan masih bertanding. Itu mungkin kami pikir kurang tepat. Tapi April dan Mei mungkin kalau 25 persen masih bisa diterima,” ucapnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *