FIFA Kembali Denda PSSI Akibat Masalah Suporter

by -4 views

Bola99 – FIFA telah memerintahkan Indonesia untuk memainkan salah satu dari pertandingan kualifikasi Kualifikasi Piala Dunia FIFA 2022 di balik pintu tertutup setelah kejadian kekerasan penggemar selama pertandingan kandang melawan Malaysia di tahun 2019 lalu.

Fase Kualifikasi Piala Dunia 2022 Indonesia yang berbarengan dengan Kualifikasi Piala Asia 2023 putaran kedua melawan Malaysia dan Thailand pada September 2019 lalu di Stadion Gelora Bung Karno di Jakarta dinodai oleh gangguan penggemar yang bahkan sempat memaksa pertandingan melawan Malaysia dihentikan sementara.

Akibatnya, FIFA juga memberikan dengan kepada PSSI sebesar 245.000 Swiss franc bulan lalu serta memerintahkan Timnas Indonesia untuk memainkan salah satu pertandingan kandang tanpa kehadiran pendukung Timnas yang terkenal sangat vokal.

“Ketertiban dan keamanan pada pertandingan (menyalakan kembang api atau benda lain; melempar benda; tindakan perusakan; mengganggu ketertiban atau indisipliner yang diamati di stadion). Perilaku buruk pemain dan ofisial (hingga kickoff tertunda),” tulis keterangan dari FIFA.

Satu-satunya pertandingan kandang Timnas Indonesia yang tersisa di babak Kualifikasi Piala Dunia 2022 mendatang adalah jadwal melawan Uni Emirat Arab (UEA) yang dijadwalkan akan diadakan pada 31 Maret 2020 mendatang.

PSSI telah memilih untuk tidak mengomentari langsung tentang denda tersebut “Besok saya rapatkan dulu untuk langkah yang akan kami ambil terkait hukuman ini. Besok saya akan tanya dulu karena belum ada surat resmi dari FIFA tentang hal itu,” ujar Cucu kepada Bola.com.

Sementara itu, Asosiasi Sepak Bola Malaysia (FAM) juga dikenai denda sebesar 50.000 franc Swiss karena masalah pengelolaan suporter selama pertandingan Kualifikasi Piala Dunia 2022 melawan Indonesia di Stadion Nasional Bukit Jalil di Kuala Lumpur pada 19 November lalu.

Liputan 6

FIFA juga mengeluarkan peringatan kepada FAM karena pelatih kepala mereka Tang Cheng Hoe tidak menghadiri konferensi pers pasca pertandingan setelah timnya menderita kekalahan 1-0 dari Vietnam di Hanoi pada 10 Oktober 2019 lalu.

“Ketertiban dan keamanan pada pertandingan (menyalakan kembang api atau benda lain; melempar benda; tindakan perusakan; mengganggu ketertiban atau indisipliner yang diamati di stadion),” tulis keterangan FIFA  seperti dilansir Detik Sport.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *