Enam Catatan Kritis usai Kekalahan Indonesia dari Thailand – Bagian Kedua

by -4 views
Tribunnews

Lini Depan Anti-Klimaks

Bola99 – Lineup awal Indonesia melawan Thailand sebenarnya tidak jauh berubah, namun dengan hadirnya Bachdim, maka Lilipaly akan didorong ke samping bersama Beto dan Andik yang akan menjadi quartet lini depan Indonesia. Pada babak pertama, kita melihat beberapa pergerakan empat pemain ini dengan luwes melewati pertahanan Thailand, namun repetisi standar penyerangan yang sama akhirnya kerap terbaca lini belakang Thailand.

Jujur, kami merasa optimis duo Bali United bisa jadi solusi lini depan Indonesia. Namun, keduanya terkadang terlalu terlambat dalam menyambung bola karena Lilipaly menghabiskan terlalu banyak waktu di bola ketika menggiring bola dan kadang-kadang menembak dari jarak yang terlalu jauh.

Selain itu, Bachdim terlihat bingung dengan perannya bersama Beto di babak kedua. Dengan kurangnya kreativitas dari lini kedua yang rasanya disiapkan untuk bertahan, kita akhirnya tidak bisa melihat dampak apapun.

Salah Taktik Coach Simon ?

Harus diakui memang, mantan pelatih Bhayangkara FC ini cukup baik dalam memotivasi tim. Kita semua bisa melihat bagaiman Simon berteriak “Up! Up! ”Dengan gerakan tangannya di bawah dagunya untuk mendorong pemainnya setelah terjadinya gol pertama dan kedua Thailand.

credit: Pojoksatu

Tapi perlu dicatat juga bahwa pelatih Skotlandia ini mungkin bukan ahli taktik yang baik. Dia terlihat seperti meniru bagaimana pelatih Malaysia Tan Cheng Hoe bermain di pertandingan pertama, menunggu dengan tenang sampai babak pertama berakhir dan memberi kejutan di awal babak kedua.

Tapi Akiro Nishino menunjukkan bahwa dia jauh lebih pintar dari Simon McMenemy dan mencuri tiga poin dan tiga gol di babak kedua. Selain itu, pergantian pemain yang ia masukkan tidak terlalu banyak mengubah permainan dan hanya menanggapi kendala fisik dari para pemainnya.

Respon Negatif Fans Indonesia

Dua kekalahan dalam dua pertandingan kandang pertama, Indonesia telah kehilangan poin yang sangat penting dalam perjalanan panjang mereka ke Qatar. Dengan dua pertandingan kandang terakhir melawan Vietnam dan UEA, kami pikir ini adalah wakti yang tepat untuk pindah dari Jakarta terutama GBK.

Harga tiket yang terlalu mahal membuat para pendukung tidak akan mengambil risiko setelah kerusuhan pada pertandingan pertama, di depan 15.000 penonton Indonesia tampak melempem setelah setiap gol yang dicetak.

Untuk me-refresh semangat dan menambah atmosfir baru, Timnas Indonesia perlu suasana yang lebih baik dan supportive. Ada banyak stadion bagus di Indonesia seperti Stadion Manahan, Mandala Krida atau bahkan Stadion I Wayan Dipta di Bali yang juga akan sekalian memberikan sneak peek untuk tawaran Piala Dunia U-20 mendatang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *