Cerita Mantan Direktur Timnas Indonesia Temukan Talenta Virgil van Dijk

by -1 views
credit: Jakarta Globe

Bola99 – Virgil van Dijk langsung mendapat pujian dari banyak orang sebagai salah satu bek terbaik di dunia selepas membawa Liverpool menjuarai Liga Champions 2018/2019 dan berhasil menjadi pemain terbaik di ajang Premier League musim lalu.

Dibalik keberhasilan Van Dijk, ternyata ada peran mantan pelatih Timnas Indonesia, yakni Pieter Huistra. Huistralah yang memberikan Van Dijk menjalani debut seniornya bareng kesebelasan Belanda, Groningen pada tahun 2011.

Van Dijk tampil dalam skuat muda Willem II sebelum akhirnya Huistra membawanya menuju Groningen pada tahun 2010. Selepas bersinar disitu, ia menjalani debut seniornya pada akhir musim. Huistra beropini jika Van Dijk lebih bagus ketimbang legenda Manchester United, yakni Nemanja Vidic. Tetapi Huistra tetap menilai bahwa Vidic sebagai seorang bek dengan kualitas luar biasa.

credit: Sky Sports

“Saya akan tetap pilih di [Van Dijk]. Tanpa mengurangi rasa hormatku kepada Nemanja Vidic, aku akan tetap pilih Van Dijk. Nemanja Matic tak diragukan lagi merupakan bek yang bertalenta, dia selalu bermain di klub papan atas,” ujar Huistra seperti dikutip talkSport.

“Dari pandangan saya, Van Dijk punya semuanya. Dia punya bakat, dia punya teknik, dia punya passing, dia punya sisi bertahan yang bagus, dia punya kepribadian yang bisa menarik orang lain,” ungkap pria 52 tahun tersebut.

Huistra menyanjung bagaimana mantan bek Southampton tersebut berkembang. Huistra yang saat ini jadi asisten pelatih tim Uzbekistan, Oakhtakor Tashkent FK itu mengaku tidak terkejut dengan kapasitas Van Dijk.

“Saat ia pergi menuju Groningen ia pergi dari rumah, jadi itu adalah langkah besar untuknya, kurang lebih tiga jam dia jauh dari ibu. Bersama Groningen ia tinggal dengan pemain lainnya. Bagi seorang berusia 18 hingga 19 tahun ini merupakan langkah yang cukup besar, dia wajib belajar masak untuk dirinya. Ia datang di lingkungan baru dan terbiasa dengan cara kerjanya.”

“Van Dijk berlatih dengan skuat inti selama 2 bulan musim itu dan jadi pemain cadangan, selanjutnya memulau sejumlah laga. Itu adalah perkembanganalami. Ia mampu bekerja keras dan jadi seperti saat ini,” tutup Huistra.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *